Spesifikasi Bus Hino RN 285 AT, Siap Ramaikan Pasar Bus Pariwisata

Spesifikasi Bus Hino RN 285 AT – Hino Motors Sales Indonesia mempersiapkan jurus baru untuk menjaga tempat penjualan paling tinggi untuk chassis bus di Indonesia. Tidak ingin tertinggal tehnologi, mulai Semester II tahun 2018 ini Hino mempersiapkan bus bertransmisi automatis untuk mengarah pasar bus pariwisata. “Pada Pameran GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) kelak kami akan menunjukkan Hino RN 285 AT, bus dengan transmisi automatis terbaru di booth kami,” tutur Presiden Direktur PT. HMSI, Hiroo Kayanoki, pertengahan Juni kemarin.

Bus Hino RN 285 AT

Armada Bus Hino RN 285 AT

Armada Bus Hino RN 285 AT

Kayanoki mengutarakan Hino RN 285 AT yang akan dipamerkan telah diperlengkapi dengan full air-brake, suspensi hawa serta transmisi automatis. Hinor RN 285 AT ialah produk bus paling baru dari Hino yang dikenalkan di akhir tahun 2017 ini. Direktur Penjualan serta Promo PT. HMSI, Santiko Wardoyo mengutarakan, hadirnya Hino RN 285 AT di pasar bus pariwisata. Ia mengharap, kedatangan mode bus bertransmisi automatis dapat menyokong angka penjualan bus yang sekarang masih tetap dikuasai oleh Hino R-260. “Pada periode Januari-Mei 2018 penjualan bus Hino 261 unit, naik lima % disbanding pada periode yang sama, Januari-Mei 2017 seputar 589 unit,” tuturnya.

Santiko mengutarakan, dengan keseluruhan tiap-tiap tahunnya penjualan bus di Indonesia cuma sekitar tujuh sampai delapan % dari angka penjualan kendaraan komersial. Di ceruk itu, Hino menguasai penjualan dari beberapa mode bus yang di tawarkan. Mulai bus medium Dutro FB 130, FC 190 serta A-215 untuk bus bermesin depan dan R-260 serta RN-285 untuk bus bermesin belakang. Dalam peluang itu, Santiko tidak menolak asumsi, bila Hino RN 285 AT didatangkan ke pasar bus di Indonesia untuk keperluan pariwisata berkaitan dengan trend bus di masa yang akan datang. Bersamaan dengan perubahan infrastruktur jalan tol, manfaat transmisi automatis semakin lebih efisien dibanding transmisi manual. Hino RN 285 AT sendiri ialah peningkatan dari Hino RN 285 berpersneling manual ZF 6S1000BD yang ditukar dengan transmisi automatis Allison T325R yang tanggap.

Hino RN 285 baik yang bertransmisi manual ataupun yang automatis mempunyai ciri-ciri yang sama. Jadi bus premium tingkat awal (entry level) dengan feature bersuspensi hawa. Akan tetapi pada RN 285 AT feature transmisinya tambah tinggi kembali dengan ditanamnya transmisi automatis. Feature full air-brake serta exhaust brake pada Hino RN 285, diperlengkapi kembali oleh retarder serta auto-break adjuster pada Hino RN 285 AT. Selain itu Head of Product Rencana PT. HMSI, Prasetyo Adi Yudho menuturkan, produk Hino RN 285 AT ini mulai dikenalkan untuk pasar bus pariwisata. Saat dikenalkan perdana di akhir tahun 2017 lantas, Prasetyo mengatakan RN 285 AT diposisikan untuk isi pasar bus kota terlebih dulu. Menurutnya, bila dibutuhkan detail yang telah ada sesuai untuk pasar bus yang lebih luas.

Sekarang, Hino memperlebar penetrasi pasar untuk Hino RN 285 AT yang belumlah betul-betul sah di luncurkan untuk bus pariwisata. Apa pelebaran pasar ini sebab belumlah ada tanggapan untuk pasar bus perkotaan, seperti dalam yang berlangsung pada bus Hino CNG yang telah di luncurkan pada tahun 2015 lantas? “Kami pada intinya siap saja untuk keinginan bus perkotaan, baik bus CNG, bus diesel solar, ada pula yang telah bersuspensi hawa serta sekarang ada bus bersuspensi hawa dengan transmisi automatis,” tutur Santiko Wardoyo diplomatis. Walau Hino R-260 laku di market, Santiko optimis Hino RN 285 serta RN 285 AT akan mendapatkan tempat di pasar Indonesia. Menjawab pertanyaan berkaitan trend bus berlantai tinggi yang sekarang tengah jadi arus penting mode bus di Indonesia Prasetyo menyatakan, PT. HMSI tidak mereferensikan Hino RN 285 AT ini diterapkan untuk bus berlantai tinggi. Menurutnya, ada banyak pertimbangan yang melatari. “Bus berlantai tinggi mesti memerhatikan center of gravity. Ke-2, tempat serta konfigurasi suspensi hawa bus RN 285 ataupun RN 285 AT ini tidak sangat mungkin untuk diterapkan pada bus tinggi,” tuturnya.

Menurut Santiko, Hino merencanakan memperluas jangkauan pasar sekaligus juga mendekatkan diri pada keperluan pelanggannya. Ia mengharap infrastruktur yang tengah didorong pemerintah, dapat berefek positif buat industri kendaraan komersial. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan kurang lebihnya kami mohon maaf apaila ada salah  kata atau penuisan.

Leave a Reply